1. Wawancara Seleksi (Screening Interview)
Wawancara ini biasanya menjadi tahap awal dalam proses rekrutmen. Tujuannya untuk mengenal kandidat secara umum, mulai dari latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, hingga motivasi melamar. Pertanyaannya cenderung ringan, tetapi tetap menentukan apakah kamu bisa lanjut ke tahap berikutnya.
2. Wawancara Telepon (Telephone Interview)
Wawancara telepon sering digunakan sebagai penyaringan awal sebelum masuk ke proses yang lebih mendalam. Meski tidak bertatap muka, pewawancara tetap menilai cara kamu berkomunikasi, kejelasan jawaban, serta sikap profesional. Pastikan kamu berbicara dengan suara jelas dan fokus selama wawancara berlangsung.
3. Wawancara Video (Video Interview)
Jenis wawancara ini semakin populer seiring upaya perusahaan memangkas biaya perjalanan dengan memanfaatkan sistem video conferencing. Dalam wawancara video, penting untuk berbicara dengan jelas tanpa perlu memperlambat tempo bicara. Usahakan tetap terlihat bersemangat, tetapi jangan sampai terkesan dipaksakan atau dibuat-buat.
4. Wawancara di Kampus atau Sekolah (On-Campus Interview)
Wawancara ini umumnya ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir atau lulusan baru. Perusahaan datang langsung ke kampus atau sekolah untuk mencari kandidat potensial. Prosesnya biasanya singkat, sehingga perkenalan diri yang jelas dan percaya diri sangat membantu.
5. Wawancara di Pameran Kerja (Job Fair Interview)
Wawancara di pameran kerja berlangsung dalam suasana yang cepat dan dinamis. Kandidat perlu menjelaskan diri secara singkat, padat, dan menarik. Kesan pertama menjadi faktor penting dalam jenis wawancara ini.
6. Wawancara di Lokasi Kerja (On-Site Interview)
Pada tahap ini, kandidat diundang langsung ke kantor perusahaan. Selain sesi tanya jawab, kamu biasanya bisa melihat langsung lingkungan kerja. Perusahaan ingin memastikan bahwa kamu cocok, baik secara kompetensi maupun budaya kerja.
7. Wawancara Kelompok (Panel or Group Interview)
Wawancara kelompok melibatkan lebih dari satu pewawancara atau beberapa kandidat sekaligus. Melalui proses ini, perusahaan menilai cara kamu berkomunikasi, bekerja sama, serta menyampaikan pendapat di dalam kelompok.
8. Wawancara Kasus (Case Interview)
Wawancara kasus bertujuan menguji kemampuan analisis dan pemecahan masalah. Kandidat diminta menyelesaikan studi kasus yang relevan dengan posisi yang dilamar. Tidak hanya jawaban akhir, cara berpikir dan penyampaian solusi juga menjadi penilaian utama.
Dengan memahami berbagai bentuk wawancara kerja, pencari kerja dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dan lebih percaya diri. Saat merasa lebih siap hadapi wawancara kerja, setiap proses yang dijalani bisa menjadi kesempatan untuk belajar, berkembang, dan melangkah lebih dekat ke dunia kerja yang diinginkan.