- Phone: (031) 849 5566
- WA: +6282140060234
- Email: [email protected]
- Hours: Mon-Fri, 8am - 5pm
Mengapa Competency Development Semakin Penting

Mengapa Competency Development semakin penting? Perubahan kebutuhan bisnis, regulasi, dan ekspektasi klien menuntut SDM untuk terus meningkatkan kemampuan yang dimiliki.
Sudahkah Menjadi Prioritas?
Di tengah perubahan regulasi, perkembangan teknologi, dan meningkatnya ekspektasi klien, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan sebuah perusahaan. Namun di tengah berbagai target dan tuntutan pekerjaan, pengembangan kompetensi sering kali belum menjadi prioritas utama. Padahal, kemampuan SDM yang terus berkembang menjadi fondasi penting untuk menjaga kualitas layanan dan mendukung pertumbuhan organisasi dalam jangka panjang.
Kebutuhan untuk terus mengembangkan kompetensi juga semakin relevan seiring perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat. Organisasi dituntut untuk memastikan bahwa SDM yang dimiliki mampu beradaptasi dengan perkembangan profesi, teknologi, serta kebutuhan bisnis yang terus berubah (World Economic Forum, 2025).
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami konsep dasarnya terlebih dahulu agar kita dapat melihat mengapa Competency Development memiliki peran yang semakin besar dalam pengembangan SDM.
Apa Itu Competency Development?
Competency development adalah proses sistematis untuk meningkatkan kemampuan seseorang agar dapat menjalankan pekerjaannya dengan lebih efektif dan sesuai kebutuhan organisasi. Sederhananya, competency development adalah proses membantu seseorang menjadi lebih baik dalam pekerjaannya.
Bentuknya tidak harus selalu berupa pelatihan formal. Pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui coaching, mentoring, sharing session, pendampingan oleh rekan yang lebih berpengalaman, maupun pengalaman kerja sehari-hari. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan cara kerja yang mendukung kinerja individu maupun organisasi. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembelajaran berkelanjutan (lifelong learning) yang banyak diterapkan dalam pengembangan SDM modern (OECD, 2019).
Kompetensi yang Dibutuhkan dalam Pekerjaan Sehari-hari
Ketika berbicara tentang kompetensi SDM, kita tidak hanya berbicara tentang kemampuan teknis. Ada dua kelompok kompetensi yang sama pentingnya, yaitu hard skill dan soft skill.
Hard skill mencakup kemampuan teknis seperti akuntansi, perpajakan, penyusunan laporan keuangan, dan pemahaman regulasi yang menjadi dasar pekerjaan sehari-hari.
Namun, seiring berkembangnya karier, soft skill menjadi semakin penting. Kemampuan berkomunikasi, memahami kebutuhan klien, bekerja sama dalam tim, beradaptasi terhadap perubahan, hingga membimbing rekan kerja sering kali menjadi faktor yang membedakan kinerja seseorang. Dalam banyak situasi, keberhasilan memberikan layanan kepada klien tidak hanya ditentukan oleh keahlian teknis, tetapi juga kemampuan membangun hubungan dan kepercayaan.
Mengenal Upskilling dan Reskilling
Dalam pengembangan kompetensi, terdapat dua pendekatan yang saat ini semakin sering diterapkan, yaitu upskilling dan reskilling.
Upskilling adalah proses meningkatkan kemampuan pada bidang yang sudah ditekuni. Misalnya, staf pajak mengikuti pelatihan CoreTax atau akuntan mempelajari standar akuntansi terbaru. Tujuannya adalah memperdalam kompetensi agar tetap relevan dengan perkembangan profesi.
Sementara itu, reskilling adalah proses mempelajari kompetensi baru untuk mendukung peran atau kebutuhan yang berbeda. Contohnya, staf akuntansi mempelajari hal lain seperti perpajakan atau audit, yang secara tidak langsung juga berdampak pada pengembangan kompetensi di bidang konsultasi.
Sederhananya, upskilling berarti menjadi lebih ahli pada bidang yang saat ini dijalani, sedangkan reskilling berarti mempelajari kemampuan baru untuk menghadapi kebutuhan yang berbeda. Menurut World Economic Forum (2025), upskilling dan reskilling menjadi dua strategi utama yang dibutuhkan organisasi untuk menghadapi perubahan kompetensi di dunia kerja.
Tantangan dalam Mengembangkan Kompetensi SDM
Meskipun penting, pengembangan kompetensi tidak selalu mudah dilakukan.
Tantangan pertama (1) adalah keterbatasan waktu. Ketika beban pekerjaan meningkat, kegiatan belajar sering kali menjadi hal yang ditunda.
Tantangan kedua (2) adalah fokus pada pekerjaan operasional sehari-hari. Target dan deadline membuat banyak orang lebih fokus menyelesaikan pekerjaan saat ini dibandingkan mempersiapkan kemampuan untuk masa depan.
Tantangan ketiga (3) adalah membangun budaya belajar. Tantangannya bukan hanya menyediakan pelatihan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendorong setiap individu untuk terus belajar, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan diri. Budaya belajar yang kuat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengembangan kompetensi di organisasi.
Referensi : Isu Seputar Pengembangan Karier Karyawan
Menjadikan Belajar sebagai Bagian dari Pekerjaan
Pada akhirnya, competency development bukan sekadar program pelatihan yang dilakukan sesekali. Pengembangan kompetensi merupakan proses yang berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari perjalanan karier setiap individu.
Investasi pada pengembangan kompetensi tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan SDM, tetapi juga pada kualitas layanan, kepercayaan klien, dan keberlanjutan organisasi. Karena itu, pertanyaan yang perlu dijawab bukan lagi apakah competency development itu penting, melainkan sudahkah hal tersebut menjadi prioritas di dalam organisasi.
Jadi, mengapa Competency Development semakin penting? Karena kualitas SDM tidak hanya ditentukan oleh apa yang sudah dipelajari hari ini, tetapi juga oleh kemampuannya untuk terus belajar dan berkembang. Di tengah perubahan yang terus terjadi, pengembangan kompetensi menjadi investasi yang membantu organisasi menjaga kualitas layanan, meningkatkan daya saing, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Referensi
- Organisation for Economic Co-operation and Development. (2019). OECD skills strategy 2019: Skills to shape a better future. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264313835-en
- World Economic Forum. (2025). The future of jobs report 2025. World Economic Forum.



