- Phone: (031) 849 5566
- WA: +6282140060234
- Email: [email protected]
- Hours: Mon-Fri, 8am - 5pm
Quiet Ambition, Saat Karier Nggak Lagi Cuma Soal Jabatan

Dulu, karier sering dianggap sebagai perlombaan untuk naik jabatan setinggi mungkin. Semakin cepat naik, semakin dianggap sukses. Namun sekarang, cara pandang itu mulai berubah, terutama di kalangan profesional muda. Banyak orang tetap ingin berkembang dan bekerja dengan baik, tetapi tidak lagi menjadikan jabatan sebagai satu-satunya tujuan. Di sinilah muncul fenomena yang disebut quiet ambition.
Apa Itu Quiet Ambition?
Quiet Ambition adalah cara pandang terhadap karier di mana seseorang tetap punya dorongan untuk berkembang, tetapi tidak merasa perlu menunjukkannya secara berlebihan atau mengejarnya lewat jabatan.
Menurut Alison (2023), quiet ambition menggambarkan individu yang mengejar tujuan karier secara tenang, konsisten, dan terarah tanpa harus terlihat ambisius. Sementara itu, The Economic Times (2023) menjelaskan bahwa tren ini lebih menekankan pada peningkatan skill dan kontribusi nyata dibandingkan sekadar terlihat sibuk atau menonjol.
Jadi, ini bukan soal kehilangan ambisi, tapi tentang memilih cara yang lebih realistis dan berkelanjutan.
Bukan Tidak Ambisius, Tapi Prioritasnya Berubah
Profesional usia 20–35 tahun sekarang cenderung lebih sadar dengan apa yang mereka butuhkan. Mereka tetap ingin berkembang, tapi juga ingin punya waktu untuk hidup di luar pekerjaan.
McKinsey & Company (2023) menyebutkan bahwa banyak karyawan saat ini lebih menghargai fleksibilitas dan kesejahteraan dibandingkan sekadar kenaikan jabatan. Ini menunjukkan bahwa ukuran sukses mulai bergeser.
Dengan kata lain, ambisi tidak hilang, hanya bentuknya yang berubah.
Baca Juga : Ketika Keputusan Karier Dibentuk oleh Budaya Kerja
Tetap Berkinerja, Tanpa Harus “Selalu Naik”
Salah satu hal yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa tren ini membuat karyawan jadi kurang berkontribusi. Padahal, banyak dari mereka tetap bekerja secara maksimal dan profesional.
International Labour Organization (2021) menunjukkan bahwa perubahan pola kerja membuat karyawan semakin sadar akan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Mereka tetap produktif, tetapi tidak ingin terus-menerus berada dalam tekanan untuk naik jabatan.
Bagi sebagian orang, stabil di satu posisi dengan performa yang baik justru menjadi pilihan yang lebih realistis.
Baca Juga : Meditasi sebagai Teknik Manajemen Stres
Sukses Tidak Lagi Hanya Soal Jabatan
Dulu, sukses sering diidentikkan dengan jabatan tinggi dan gaji besar. Sekarang, definisi itu mulai berubah.
Banyak profesional muda melihat sukses sebagai:
- punya waktu untuk diri sendiri
- bekerja tanpa tekanan berlebihan
- tetap berkembang tanpa kehilangan keseimbangan hidup
World Health Organization (2019) juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental di tempat kerja, yang semakin relevan dengan cara pandang ini.
Memahami Cara Berpikir Karyawan Saat Ini
Perubahan ini menjadi sinyal penting bagi perusahaan. Tidak semua karyawan ingin naik ke posisi manajerial, dan itu bukan berarti mereka tidak berkontribusi. Perusahaan perlu mulai membuka ruang untuk jalur karier yang lebih fleksibel. Tidak hanya vertikal, tetapi juga horizontal, seperti pengembangan skill atau peran yang lebih spesifik.
McKinsey & Company (2023) menekankan bahwa organisasi perlu menyesuaikan pendekatan mereka agar tetap relevan dengan kebutuhan tenaga kerja saat ini. Quiet ambition bukan berarti kehilangan ambisi, tetapi memilih cara yang berbeda dalam menjalaninya. Generasi muda tetap ingin berkembang, namun dengan ritme yang lebih seimbang.
Pada akhirnya, karier bukan cuma soal seberapa tinggi posisi yang bisa dicapai, tapi tentang bagaimana kita bisa tetap berkembang tanpa kehilangan hidup kita sendiri.
Referensi
- Alison. (2023). Quiet ambition: A rising workplace phenomenon.
- International Labour Organization. (2021). Working from home: From invisibility to decent work.
- McKinsey & Company. (2023). The state of hybrid work in Asia-Pacific.
- The Economic Times. (2023). Word of the day: Quiet ambition.
- World Health Organization. (2019). Burn-out an occupational phenomenon: International classification of diseases.



